Saat ini, Indonesia dihadapkan pada target-target bidang sanitasi dengan tenggat waktu semakin dekat. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 menargetkan bebas dari buang air besar sembarangan di tahun 2014. Sementara itu, komitmen MDGs Indonesia di tahun 2015 menyatakan kita perlu mencapai 62,4% proporsi penduduk memperoleh akses terhadap sanitasi layak (Laporan Pencapaian MDGs 2010). Namun, hingga saat ini Indonesia baru mencapai 51,2% penduduk terlayani sanitasi.
Persoalan dana kerap menjadi kendala utama bagi pembangunan sanitasi. Namun alasan ini tidak tepat lagi, karena ternyata kecenderungannya diakibatkan investasi yang tidak efisien dan tidak tepat pendekatannya. Strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat menawarkan solusi itu.Dengan pendekatan pemicuan, masyarakat ternyata mampu menginvestasikan dana pribadinya untuk membangun secara mandiri sarana sanitasi yang layak, seperti yang terjadi di Jawa Timur dimana setiap satu juta investasi program dengan pemicuan dapat menggerakkan dana swadaya masyarakat untuk membangun jamban disejumlah 37 rumah tangga. Fakta ini menunjukkan bahwa investasi kepada program yang menggunakan pendekatan pemicuan memberikan hasil yang berlipat ganda. Para pelaku STBM perlu untuk menyadari daya tawar yang tinggi dari STBM. Program STBM yang mengedepankan pendekatan pemicuan semestinya bisa menjadi sasaran utama bagi para pemberi dana, salah satunya CSR (Corporate Social Responsibility).
Akhir April lalu, Kementerian Kesehatan sudah memulai upaya menjalin kerjasama dengan korporasi melalui program CSR dengan mengundang beberapa korporasi dalam pertemuan di Bogor. Selain itu, kesempatan untuk menjadikan STBM sebagai salah satu sasaran CSR juga sedang berjalan di JawaTimur yang saat ini telah ada perjanjian kerjasama antara Pemerintah Provinsi dengan beberapa perusahaan swasta & BUMN untuk pembangunan daerah. Dari Sidoarjo, salah satu pengusaha sanitasi saat ini bahkan bisa didanai oleh Credit Union (Koperasi Simpan Pinjam) untuk bisa memberikan kredit pembangunan sanitasi bagi masyarakat.
Pepatah menyatakan banyak jalan menuju Roma. Begitu pun dengan STBM, banyak jalan untuk menyukseskan program STBM ini. Kuncinya adalah jeli untuk mengamati setiap peluang yang ada dan berusaha cepat untuk mengambilnya. Dengan demikian, bukan tidak mungkin target-target yang menjadi tantangan bagi Negara Indonesia ini dapat tercapai.