* Pertemuan Sosialisasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAM-STBM) - Hotel Garden Palace Surabaya, 16 - 19 September 2014

Analisis Hubungan antara Kondisi Sanitasi, Air Bersih dan Penderita Diare di Jawa Timur

Analisis Hubungan antara Kondisi Sanitasi, Air Bersih dan Penderita Diare di Jawa Timur, Tesis Statistika ITS, 2010

Judul:

Analisis Hubungan antara Kondisi Sanitasi, Air Bersih dan Penderita Diare di Jawa Timur

Oleh/Dari:

Hidayani Purwaningsih, Statistika ITS

Ringkasan:

Rendahnya prioritas pembangunan sektor sanitasi, dari kebijakan dan peraturan hingga cakupan layanan fasilitas menjadi kendala utama bagi peningkatan akses sanitasi bagi masyarakat. Masih buruknya kondisi umum dari sistem air minum dan sanitasi di Indonesia berdampak pada masalah tingkat kesehatan masyarakat. Rendahnya kualitas sumber-sumber air minum dan sanitasi pada umumnya akan berakibat kepada munculnya penyakit seperti diare, muntaber, dan berbagai macam penyakit kulit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sanitasi dan air bersih di wilayah Jawa Timur dan menganalisis pola hubungan antara penderita diare, kondisi sanitasi dan air bersih. Hasil deskriptif menunjukkan penderita diare di Jawa Timur hanya 4,72 persen. Sebagian besar wilayah Jawa Timur masyarakatnya menggunakan sumber air minum dari sumur terlindung, jarak mata air ke tempat penampungan tinja terdekat lebih besar dari 10 meter, menggunakan fasilitas air minum secara sendiri, cara memperolehnya tidak membeli, menggunakan jamban sendiri, jenis kloset yang digunakan adalah leher angsa dan tempat pembuangan akhir tinjanya adalah tangki. Analisis regresi logistik dikotomus untuk wilayah perkotaan memberikan hasil bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penderita diare adalah sumber air minum terlindung, penggunaan jamban sendiri, tempat pembuangan akhir tinja dengan tangki dan jumlah anggota rumah tangga. Sedangkan untuk wilayah perdesaan, faktor yang mempengaruhi seseorang menderita diare adalah sumber air minum terlindung, penggunaan jamban sendiri dan jumlah anggota rumah tangga.

Sumber: http://digilib.its.ac.id


Komentar Anda :
Sekretariat STBM Nasional : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal PP dan PL
Gedung D Lantai 1 - Jl. Percetakan Negara No. 29, Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223
Telp. (021) 4247608 ext. 182, (021) 42886822, Fax: (021) 42886822, email: sekretariat@stbm-indonesia.org