* Pertemuan Sosialisasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (PAM-STBM) - Hotel Garden Palace Surabaya, 16 - 19 September 2014

Pak Cha, Pembuat Closet dari Timor

Chairel Malelek, memulai usaha pembuatan kloset di Kabupaten Timor Tengah Utara pada Agustus 2012 dan hingga kini telah menjual lebih dari 200 kloset. Chairel Malelek, yang akrab dipanggil Pak Cha, berharap usahanya dapat membantu menyediakan kloset murah bagi seluruh warga, terutama keluarga yang kurang mampu.

Tidak sia-sia memang, Plan-STBM Kefamenanu mengirimkan Pak Chairel Malelek atau yang sehari-harinya biasa disapa Pak Cha ke Grobogan untuk mengikuti Lokakarya Wirausaha Sanitasi oleh Plan Project CLTS Grobogan pada bulan Juli 2012. Setelah mengikuti lokakarya, Pak Cha dan beberapa teman dari STBM Soe-Kefa berkunjung ke tempat Pak Kusno untuk melihat-lihat proses produksi kloset. Tidak hanya sekedar mengamati, Pak Cha juga mendokumentasikan proses pembuatan kloset dengan kamera agar memudahkannya memahami lebih detail. Diskusi dengan Pak Kusno begitu menarik baginya, tidak hanya bagaimana teknis pembuatan kloset, tetapi juga perhitungan untung-rugi dan teknik penjualan dan pemasaran kloset dipelajarinya dengan serius. Karena merasa tertarik, sebelum pulang ke Kefa, Pak Cha memesan 1 unit cetakan kloset seharga Rp 600.000.

Tidak menunggu lama, begitu kiriman cetakan kloset dari Grobogan sampai, Pak Cha langsung memulai membuat kloset dengan tangannya sendiri pada bulan pada Agustus 2012. “Saya mengalokasikan modal awal kurang lebih 2 juta rupiah untuk memulai usaha ini,” kata Pak Cha. Modal tersebut, tambahnya, digunakan untuk membeli bahan dan alat dasar pembuatan kloset seperti pasir halus, kalsit halus, semen, cat merk UPOX, thinner, oli dan alat-alat pertukangan seperti sendok campuran, obeng, tempat campuran, saringan pasir, kuas, kertas pasir, alat semprot /kompresor. “Saya sengaja memesan khusus ke tukang besi membuat sendok  yang memudahkan saya membuat kloset – alat2 lain bisa saya dapatkan di toko di Kefa” lanjutnya.

Kloset yang dibuat Pak Cha diberi nama Kloset Merk TIMOR dan diproduksi di rumahnya sendiri di belakang Rutan Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Tempat produksi ini disebut Bengkel Produksi Kloset Merk TIMOR. Ijin merk dagang akan segera diurus di Dephukam dan HAM.

Hasil awal pembuatan kloset seharinya hanya satu kloset karena hanya mempunyai satu mal kloset.  Kini Pak Cha, dengan dibantu satu orang asistennya Pak Agus, telah membuat  4-8  kloset dalam sehari, kerena telah memiliki 8 mal closet. Memang, produksinya masih dalam skala kecil karena terbentur waktu pengerjaan hanya di sore hari sebab sehari-harinya pak Cha bertugas sebagai Kasie PLH di kecamatan Miomaffo Tengah Kab.TTU.

Semua pembuatan kloset dari awal sampai jadi dibuat oleh Pak Cha sendiri, sedangkan asistennya hanya membantu mengayak pasir dan kalsit. Secara total, Pak Cha sudah memproduksi lebih dari 200 kloset dengan harga jual berkisar Rp 35 – 50 ribu rupiah. Promosi kloset dilakukannya melalui Radio RSPD Kefa, promosi menggunakan SMS berantai dan dari mulut ke mulut. Beliau juga menggunakan sistem promosi beli 10 dapat 1 kloset gratis. Beberapa sanitarian puskesmas bahkan ada yang datang langsung ke bengkel  Pak Cha untuk melihat cara pembuatan kloset murah meriah berkualitas baik. Kini kloset produksi Pak Cha sudah terjual di kota Kefa dan di desa-desa di Kabupaten TTU bahkan sampai ke Kabupaten Kupang. Baginya, tidak hanya keuntungan yang dikejarnya, tetapi juga memudahkan keluarga tidak mampu untuk mendapatkan kloset dengan mudah dan murah.

Sejauh ini belum ada dukungan dari Pemerintah maupun Dinas Kesehatan di kabupaten TTU. Dukungan dari Plan-STBM Project pun masih berupa dukungan moril dan motivasi saja. Pak Cha, pria kelahiran 25 November 1971 ini, berharap suatu saat dengan modal usaha sendiri dan dukungan dari isteri dan dua anaknya usaha pembuatan kloset ini dapat berhasil. Ke depan Pak Cha berharap dapat membuka sebuah mini pabrik yang dapat memproduksi banyak kloset dan hasil produksinya dapat diekspor ke luar pulau Timor. Selain itu, ia juga berharap dapat mempekerjakan beberapa asisten lagi sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi  yang lain. Harapan yang lain adalah ingin membagi kemampuannya membuat kloset ke orang-orang yang membutuhkannya, termasuk keluar kabupaten TTU.

Ditulis  oleh :  Oflin Dethan  (Fasilitator-STBM Kec.Miomaffo Tengah & Kec.Musi Kab.TTU-NTT


Komentar Anda :
Sekretariat STBM Nasional : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Direktorat Jenderal PP dan PL
Gedung D Lantai 1 - Jl. Percetakan Negara No. 29, Jakarta Pusat 10560 - PO BOX 223
Telp. (021) 4247608 ext. 182, (021) 42886822, Fax: (021) 42886822, email: sekretariat@stbm-indonesia.org